Sabtu, 15 Desember 2012

Muntok, Kota Sejarah yang (Nyaris) Terlupakan


Mungkin kalau sekarang ini kita menyebut nama “Mentok” banyak yang bertanya-tanya dan tidak tahu apa itu. Mentok merupakan sebuah kota kecil yang terletak di sebelah barat Pulau Bangka dan merupakan gerbang utama untuk masuk ke Bangka dari daratan Sumatera. Sejak berabad-abad yang lalu Mentok sudah dikenal sebagai kota pelabuhan utama di Pulau Bangka, bahkan nama Mentok sendiri terdaftar di “London Metal Exchange (LME)” sebagai salah satu “brand” logam timah yang diperdagangkan di pasar logam dunia. Tetapi selain dari itu semua banyak yang tidak mengetahui kalau Mentok juga merupakan kota sejarah. Banyak peninggalan bersejarah yang tersimpan di kota ini.
WISMA RANGGAM
Wisma Ranggam atau dikenal juga dengan nama Pesanggrahan Muntok merupakan saksi bisu perjuangan Bung Karno, Bung Hatta dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia selama masa pengasingan di Bangka pada tahun1948-1949. Dari beberapa ceceran catatan sejarah yang ditemui, Wisma Ranggam pernah dijadikan tempat perundingan UNCI, BFO serta KTN pada 22 Juni 1945. Yang paling monumental adalah penyerahan surat kuasa oleh Presiden RI Ir Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX tentang pengembalian pusat kekuasaan pemerintahan RI ke Jakarta.
Sejarah mencatat, para pemimpin RI mulai diasingkan Belanda ke Muntok pada Desember 1948. Mereka antara lain Bung Hatta, Mr Mohammad Roem, Mr Pringgodigdo, Mr Assa’at, Komodor Suryadarma, dan Ali Sostroamidjoyo. Dua bulan kemudian, tepatnya 6 Februari 1949, menyusul Presiden RI Ir Soekarno serta Menlu H Agus Salim yang sebelumnya sempat diasingkan di Prapat, Sumatera Utara.
PESANGGARAHAN MENUMBING
Bicara soal Pesanggrahan Muntok, tak lepas dari Pesanggrahan Menumbing (sekarang Hotel Jati Menumbing). Bung Karno selama pengasingan di Muntok, naik-turun menggunakan mobil BN-10 dari Pesanggrahan Menumbing di puncak Bukit Menumbing, ke Pesanggrahan Muntok. Di wisma ini pula, tepatnya 7 Mei 1949, para tokoh bangsa itu menggodok konsep perjanjian Roem Royen yang menetapkan pengembalian kekuasaan RI ke Jakarta.
Menyusuri kamar-kamar tempat Bung Karno, Bung Hatta dan pejuang kemerdekaan lainnya pernah menginap di sana, terasa seperti bernostalgia ke masa lalu. Namun tak banyak lagi barang-barang peninggalan Bung Karno yang bisa dijumpai di sana.(sp)

0 komentar:

Poskan Komentar